Home / DAERAH / Tim: DKI Lampung Sebuah ‘Keniscayaan’

Tim: DKI Lampung Sebuah ‘Keniscayaan’

(pelitaekspres.com)-BANDARLAMPUNG – Dua dasa berjibaku hingga transformatif dari Panitia Kerja FGD jadi Tim Relawan DKI Lampung, stamina elemen penyeru dan pemangku usul kajian kesiapan-kelayakan bentang alam timur Lampung yang termasuk zonasi geospasial Sumatera bagian timur sebagai alternatif calon lokasi ibu kota pemerintahan NKRI, resonansinya kian hari justru makin kaya.

“DKI Lampung ini sebuah keniscayaan. Memaksakan Kalimantan yang gambut, lebih strategis dipertahankan jadi lumbung energi nasional dan paru-paru dunia, lebih presisi direhabilitasi total hutan hujan tropisnya, dan dipertajam perkuatan pelestarian ekologinya termasuk satwa tropis langka orang utannya, bisa jadi beban sejarah geostrategi nasional kita, bahkan seratus tahun ke depan,” tutur Deputi Jaringan, Mobilisasi dan Surveylance Tim Relawan DKI Lampung, Ahmad Muslimin, Selasa (23/7/2019).

Bak “curhat”, aktivis pergerakan rakyat sejak 2005 itu kuat menyiratkan tekad dia bersama seluruh pejuang DKI Lampung agar program pemindahan ibukota negara yang mewacana sejak 17 Juli 1957 itu berjalan tegak lurus.

Dijumpai di ruang kerja Ketua Yayasan Alfian Husin yang juga Ketua Harian Tim DKI Lampung Dr Andi Desfiandi, Selasa petang, Ahmad menyinggung mahadata cetak biru dan “centang biru” konsepsi dan tata operasi pengejawantahan orientasi Indonesia centris yang terbukti sukses serta tengah dan akan terus digadang Presiden Joko Widodo.

“Memindahkan ibu kota negara, kami mau, usul kami itu ke Lampung, kita sepakat itu strategi pengarusutamaan preferensi pemerataan pembangunan nasional yang berkeadilan dan peningkatan perekonomian Indonesia menuju lepas landas dari jerat _middle trap economy,_” urainya.

Ahmad meminta strategi dipertajam dengan tetap ‘injak bumi’. Maksudnya? “Jadikan kearifan lokal sebagai basis legal. Kami jujur minta Presiden Jokowi menetapkan keputusan lokasi terpilih ibu kota pusat pemerintahan dan pelayanan publik NKRI ini nanti, lengkap dengan analisis kunci potensi rupabumi sekaligus potensi pengembangan kewilayahannya.”

Bukankah desain inklusif calon lokasi ibu kota negara ini nantinya akan benar-benar dibangun mendekati sempurna sebagai ibu kota negara kepulauan terbesar pertama di dunia yang futuristik dan forest city seperti London, selain smart, green, dan beautiful?

“Sepakat. Tapi kuat kesan, pemaksaan narasi tunggal pindahnya harus ke tengah-tengah Indonesia seolah abai terhadap lini strategis efektivitas juga efisiensi pelayanan publik berikut piranti administrasinya bagi 165 juta jiwa penduduk Jawa dan 52 juta penduduk Sumatera. Belum lagi koridor pertahanan,” pungkasnya bergegas menohok tanya.

Ary Meizari Alfian, Sekretaris Harian Tim DKI Lampung membaharui info lokasi acara. “Bukan GSG tapi di Gedung Fakultas Syariah lantai dua UIN Raden Intan Sukarame,” jelas Ary juga bergegas, di tempat yang sama. Penandatanganan Kajian Dan Deklarasi DKI Lampung digelar Kamis (25/7/2019), besok. [red/Muzzamil]

DIBACA 5.816 kali

Check Also

Bakauheni H+3 Cuma ada Satu Bus, dan penumpang 1.234 orang

(pelitaekspress.com)-BAKAUHENI-H+3 Jumlah penumpang yang akan melakukan penyeberangan di pelabuhan Bakauheni tidak seperti lebaran tahun – …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *