Home / DAERAH / Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen Petani Berharap Bantuan Pemerintah

Ratusan Hektar Sawah Gagal Panen Petani Berharap Bantuan Pemerintah

(pelitaekspres.com)- PESAWARAN-Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Negri Katon, Kabupaten Pesawaran mengalami puso akibat kekeringan. Selama musim kemarau ini, tanaman padi di lahan pertanian itu tidak mendapatkan suplai air irigasi.

Sugito, salah seorang petani asal Desa Pujo Rahayu, Kecamatan Negri Katon Kabupaten Pesawaran (11/09/2019), mengakui tanaman padi miliknya yang berusia sekitar 60 hari mengalami puso akibat tidak mendapatkan pasokan air irigasi. Luas lahan tanaman padi miliknya yang mengalami puso, kata dia, seluas 5.000 m2.

Tanaman padi puso di Desa Pujo Rahayu, katanya, tidak hanya miliknya, karena beberapa petani lain juga mengalami hal yang sama. “Informasinya hingga kini sudah ada 100-an hektare tanaman padi yang puso akibat kekeringan,” ujarnya.

Akibat puso tersebut, dia mengaku, mengalami kerugian hingga Rp4 juta lebih serta potensi penghasilan hingga belasan juta juga gagal diperoleh,menurut nya di Desa Pujo Rahayu meliki luas kurang lebih 125 hektar sawah dan yang mengalami puso akibat kekeringan hampir 95 % jadi hampir dan sisa nya meski bisa di panen tapi hasil nya tidak maksimal sehingga di pastikan di desa Pujo Rahayu petani padi mengalami kerugian.

Hal senada di katakan Tolib,petani lain asal Desa Karang Rejo menurut nya sejumlah petani di desa Karang rejo juga mengalami kekeringan dan gagal panen hingga ratusan hektar karena tidak ada nya pasokan air irigasi sehingga petani di desa karang rejo juga mengalami gagal panen sehingga merka dipastikan mengalami kerugian akibat Kekeringan yang terjadi.

“tahun ini petani padi di kecamatan Negri Katon di pastikan hampir semua gagal panen karena sawahnya mengalami kekeringan yang luar biasa sehigga ratusan hektar tanaman padi di desa karang rejo tidak dapat di panen,”Keluh Tolib.

Ia memperkirakan tanaman padi yang puso antara 100 hektar sampai 125 hektar dan masih memungkinkan bertambah karena hingga sekarang belum ada pasokan air irigasi.

“Petani tidak bisa lagi menggantungkan air dari Sungai way sekampung karena sudah kering, sedangkan jalan satu-satunya dari air Sumur bor,tetapi itu pun tidak sesuai dengan biaya untuk pembelian bahan bakar nya,”Pungkas Tolib seraya mengatakan bahwa petani Padi di Desa karang rejo dan desa desa di kecamatan Negri katon Berharap agar Pemeritah Kabupaten Pesawaran khusus nya Dinas Pertanian dapat membantu menagulagi maslah gagal panen yang sedang di alami oleh masyarakat akibat kekeringan atau memberikan permodalan kepada para petani yang mengalami Puso agar dapat menanam padi kembali sehingga kerugian yang di alami petani dapat di tangulangi.(Feri)

DIBACA 6.538 kali

Check Also

FORHATI Bandarlampung Adakan Pelatihan Leadership Di Sekretariat HMI

(pelitaekspress.com) – BANDARLAMPUNG¬† -Forum Alumni HMI Wati (Forhati) adakan pelatihan leadership di Sekretariat HMI Cabang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *