Home / NASIONAL / Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Merana

Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Merana

(pelitaekspress.com) – PAGARALAM – Kebutuhan pupuk bagi petani saat musim tanam mekangb tak terelakan agar hasil panen  meningkat. Namun beberapa Pekan ini Pupuk bersubsidi jenis Urea Sp 36, NPK mulai sulit didapatkan oleh petani.

Hal ini membuat semakin terpukulnya petani yang mengandalkan atau mengantungkan hidup dari sektor Pertanian. Nardi warga Pagar agung Kelurahan Tanjuagung, kecamatan pagaralam selatan, kepada media ini mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi dan sulit untuk didapatkan, bahkan tak ayal ia mengaku sempat harus mencari ke wilayah daerah kabupaten tetangga, lahat untuk dapat membeli pupuk bersubsidi tersebut.

“Sekarang kami semakin tambah susah, dan merana, harga sayur mayur yang terus merosot, komoditi cabe tak juga mengalami perbaikan harga, sekarang masa tanam kam kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi jenis urea dan sp 36″ unggkap Nardi.

Harga racun hama juga ikut mengalami kenaikan, sedangkan untuk membeli pupuk Non subsidi, dengan harga yang lebih tinggi, kami tidak sanggup untuk membelinya, laĺu dimana peran pemerintah yang harusnya berpihak pada petani, saya berharap pemerintah turun ke lapangan untuk melihat dan lakukan tindakan di lapangan khususnya di kota pagaralam” harapnya.

Sementera Kepala Dinas Pertanian Kota pagaralam Gunsono Mekson, Melalui Kepala Bidang Sarana Dan Prasarana Ir Ade Dwi yang didampingi Fery Erwansyah kasi Pupuk dan Alsintan saat ditemui diruangan. Rabu (16/09).

Membenarkan Saat ini Memang Distribusi Pupuk Bersubsidi Mengalami keterlambatan Distribusi dikarenakan Realokasi Pengajuan, namun pihaknya berjanji bahwa dalam waktu beberpa hari kedepan pupuk bersubsidi akan segera didistribusikan kepada pihak penyalur ” katanya.

Dan menurut Ade dwi, keterlambatan juga dikarenakan keterlambatan kelompok tani menyerahkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani, yang menurutnya ini yang mendasari kebutuhan petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, karena siapapun petani apabila yang bersangkutan tidak tergabung dalam kelompok tani yang sudah didata oleh dinas pertanian, maka petani tersebut tidak berhak mendapatkan pupuk bersubsidi”tegasnya.

Dan ditambahkan Fery, bahwasanya pihak dinas pertanian kota pagaralam juga sudah meminta penambahan volume kuota pupuk untuk tahun 2020 ini, hingga 200 ton, namun belum bisa dipenuhi oleh pihak dinas pertanian provinsi dikerenakan pembagian kuota pupuk untuk wilayah kabipaten kota lain di Sumsel”  semoga kuota pupuk dipenuhi agar petani tidak kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, tutupnya. (Repi)

DIBACA 631 kali

Check Also

Sambut Hari Tani Nasional, Forkompinda Purwakarta Panen Raya Varietas Padi Unggul Baru Tarabas

(pelitaekspress.com) -PURWAKARTA – Peringatan Hari Tani Nasional, yang jatuh pada tanggal 24 September 2020, Pemerintah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *