Kamis , Januari 7 2021
Home / NASIONAL / Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Desa Sukamukti Sukawening

Puluhan Wartawan Geruduk Kantor Desa Sukamukti Sukawening

(pelitaekspress.com) – GARUT – Lantaran tak terima marwah profesi jurnalistik dilecehkan oleh seorang panitia acara peresmian lapang polli Multifungsi yang sumber dananya dari  Kemensos, Puluhan wartawan yang tergabung dalam Gabungan wartawan nekat “Gawat” Kabupaten Garut rame-reme menggeruduk Kantor Desa Sukamukti Kecamatan Sukawening  Kabupaten Garut, jum’at (27/11/2020) pagi.

Kedatangan mereka menanyakan dan mengklarifikasi maksud omongan Ketua panitia forum Keserasian Sosial Sauyunan Desa Sukamukti Sukawening, yang mengatakan acara ini sudah di liput salah satu media yang telah terlebih dahulu datang menjumpainya serta terucap kata mengibaratkan banyak “wartawan abal-abal ” ke salah satu wartawan sambil meminta KTA dan Memphotonya yang saat itu ikut melakukan peliputan di acara peresmian lapang polly multifungsi di Gor desa setempat kamis kemarin.

Aksi ini, sontak mendapat reaksi keras dari para kuli tinta. Mereka menyayangkan, sikap Panitia, Iwan hermawan dan Saepulloh    yang terkesan arogansi dan melecehkan profesi jurnalis.

Kerja kami kan sudah diatur dalam Undang-Undang.Tapi ini kok malah dapat omongan tidak enak. Apalagi yang ngomong itu seorang Panitia yang tahu dunia pendidikan,” kata Ridwan firdaus  salah seorang wartawan yang ikut saat minta klaripikasi di Kantor Desa Sukamukti.

Ia mendesak,Panitia acara segera klarifikasi atas dugaan ucapan yang telah di lontarkan kemarin kepada awak media.Ia seolah menyatakan, melarang wartawan melakukan peliputan acara peresmian karena sudah ada media yang meliput acara tersebut. “Ini jelas-jelas bentuk intimidasi yang tidak bisa ditoleransi. Tugas dan fungsi wartawan sudah diatur dalam Undnag-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tegas ,” Ridwan

Hal senada juga dikatakan, Heru Ketua admin Wartawan “Gawat”. Dikatakan dia, selama ini teman-teman wartawan di Garut tidak pernah menghalangi atau pun mencari-cari kesalahan di desa. Namun adanya tindakan oknum Panitia ini memperburuk citra pemerintahan desa.

Kami selama ini selalu berupaya menjalin kemitraan baik dengan seluruh kepala desa .  Sayang kemitraan itu jadi tercoreng oleh ulah oknum. Makanya kami ingin oknum Panitia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada rekan-rekan jurnalis,” katanya.

Karena itu, ia mengingatkan, semua kepada Kemerintahan Desa Sukamukti atau pun Panitia acara untuk menghargai profesi jurnalis. Sebab menghalang-halangi kinerja pers sama saja dengan melanggar Undang-Undang dan ada sanksi pidananya. Daripada itu kami atas nama Gabungan wartawan nekat ” Gawat ” meminta kepada panitia terkait khususnya sesegera mungkin memproses klaripikasi permintaan maaf kepada yang bersangkutan.perlu  diingat kembali bahwa  waktu dekat ini Apdesi di Sukabumi setidaknya di duga juga melakukan pelecehan profesi LSM  dan Media ”pungkas

Sementara itu, Kepala desa Sukamukti Tjetjep Harun pertama meminta permohonan maaf kepada awak media yang hadir atas kesalah pahaman permasalahan yang dinilai telah menciderai dan melukai awak media yang di lakukan panitia acara pemuda desa Sukamukti atas ucapan mereka kepada awak media kemarin ,sekali lagi mohon maaf karena mereka masih muda dan belum berpengalaman perlu bimbingan , saya tegaskan ini murni terjadi karena adanya kesalah pahaman. Ia berjanji hari ini segera mempasilitasi dan menindak lanjuti tuntutan rekan-rekan jurnalis. “Saya berharap  mari kita duduk bersama untuk mendengarkan klarifikasi dari Panitia acara kemarin. Hasilnya  kita kedepan bisa lebih sinergi lagi dan kepada panitia supaya bisa menghargai rekan-rekan wartawan semuanya” tegasnya

“Sementara Wakil ketua panitia acara  berinisial Saepulloh mengatakan Saya belum tidur dari semalam mempersiapkan untuk kegiatan sarasehan kemarin, pikiran kita terkuras makanya secara ucapkan kita belum bisa tahu jadi apa yang kita katakan.

Saya merasa tidak ada maksud tendensius mengecilkan, melecehkan profesi wartawan dengan meminta KTA,tapi saya untuk menjaga profesionalisme kawan-kawan itu sendiri takut ada wartawan abal-abal.

Selain itu sebenarnya kemarin bila ada media lain meliput takut mengharapkan nominal, karena panitia sudah punya media yang telah bekerjasama yang sudah diberikan uang transportasi, Ujarnya.

“Tidak ada maksud apa-apa melakukan itu, mohon maaf bila kata-kata kemarin ada yang menyinggung perasaan kawan-kawan media”

“Ketua BPD Maman herdiana mengucapkan banyak terimakasih, penghargaan dan permohonan maaf kepada semua rekan-rekan media.

apa telah disampaikan oleh salah satu wakil ketua komunitas kepemudaan kami menilai bahwa itu sama sekali atau semata-mata kelemahan kebodohan dan kekurangan anak-anak kami.

Kamipun merasa tersinggung juga sebetulnya adanya kawan-kawan media yang tidak bisa meliput, kenapa karena siapapun media dari manapun status atau namanya,

Media itu punya hak dan kewajiban untuk melaksanakan peliputan seusui tugas dan fungsinya media untuk meliput semua acara yang bisa diberitakan.

“Siapa tahu dalam acara tersebut banyak hal yang positif yang bisa informasikan atau diserkan kepada warga lain”

Kami atas nama BPD Sukamukti ,mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan anak kami. Ungkapnya.(Dady)

DIBACA 11 kali

About pelitaekspres

Check Also

Awali 2021, Hotel Santika Radial Palembang Berikan Promo

(pelitaekpress.com) PALEMBANG-Selama Januari Hotel Santika Radial Palembang memberikan promo yang menarik bagi tamu nya yaitu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *