Home / HUKUM & KRIMINAL / Miris, Peredaran Mihol Masih Marak Di Kota Mangga

Miris, Peredaran Mihol Masih Marak Di Kota Mangga

(pelitaeksprea.com)- INDRAMAYU- Pemerintah kabupaten Indramayu mempunyai Visi Misi REMAJA (Religius Mandiri Sejahtera) sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur agama, dengan berdirinya Masjid yang begitu megah di pusat jantung kota Indramayu yakni Masjid Islamic Center. Fakta dilapangan masih marak peredaran miras di wilayah kabupaten Indramayu yang berdagang terang terangan.

Yang membuat miris salah satu wilayah yang berdekatan dengan pondok pesantren di desa Langut, seolah tidak menghargai adanya PERDA dan Visi Misi kabupaten Indramayu  yang jelas -jelas sudah mengatur secara tegas pelarangan mihol.

Selama ini Kabupaten Indramayu telah memiliki Perda Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol di Kabupaten Indramayu.

Batak salah satu warga Indramayu menyampaikan kepada awak media bahwa KS salah satu bandar mihol di daerah Langut yang berdekatan dengan pesantren menjual miras mihol dengan bebasnya. Tempat tranksaksi jual beli mihol berkedok warung biasa, untuk mengelabuhi para Penegak Perda di Indramayu.

“KS berjualan mihol sudah berlangsung lama, dia tidak menghiraukan lokasi tempat dia berdagang mihol berdekatan dengan pesantren dan sebagaian tempat hiburan malam di jalur pantura membeli mihol di warung KS.”

“Saya sebagai warga Indramayu merasa miris melihatnya, apalagi pemerintah kabupaten Indramayu memiliki Visi Misi Indramayu REMAJA (Religius, Mandiri, Sejahtera).” ungkap Batak, Sabtu (28/09/2019)

Sementara itu Kamsari Kepala bidang Penegak Perda Satpol PP saat di hubungi via pesan singkat perihal KS pedagang miras mengatakan bahwa KS sudah beberapa kali di Razia,

“Siapa namanya? Kalo Karso sering, sdh lebih dari 5x kalo ga salah mah.”ungkap Kamsari

Kamsari juga mengatakan bahwa ia akan segera meneruskan ke anggotanya untuk di tindak lanjuti, dan ia juga menjelaskan bahwa modus bandar miras sekarang memanfaatkan medsos/grub untuk berbagi info.

“Ya udah nanti saya teruskan ke anggota untuk ditindaklanjuti minggu depan. Karena modus sekarang mah mereka memanfaatkan medsos/grup untuk berbagi info kalo ada razia. kalo 1 kena, yang lainnya tutup.”

Selain itu Kamsari menambahkan bahwa pedagang miras sampai sekarang masih ada karena masih banyak peminatnya

“memang faktanya mereka masih sangat bergantung karena peminatnya masih tinggi meski terselubung.” terang Kamsari Via pesan singkat.(GTR)

DIBACA 7.055 kali

Check Also

Tersangka Pencabulan Anak Pegawai T2TP2A Serahkan Diri ke Polda Lampung

(pelitaekspress.com)-LAMTIM-Berdasarkan LP/B/977/VII/2020 kasus Pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan tersangka A.n Dian ansori …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *