Home / POLITIK / Kursi Kosong Warnai Paripurna DPRD Malut

Kursi Kosong Warnai Paripurna DPRD Malut

(pelitaekspres.com)-SOFIFI – Puluhan kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang tidak terisi saat digelar rapat paripurna ke-23 tahun 2019 dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2020, bertempat di ruang sidang Paripurna kantor DPRD Malut, Sofifi, Jumat (20/9).

Pantauan media ini terlihat, puluhan anggota DPRD yang tidak tampak mengikuti rapat di dalam ruang paripurna tersebut. Berdasarkan absen kehadiran anggota DPRD yang hadir di ruang rapat paripurna sampai pada saat sidang paripurna dibuka, tercatat hanya 8 anggota yang hadir dari 45 anggota DPRD, diantaranya : Ishak Naser, Zulkifli Hi. Umar, Karwanto Hohakai, Ridwan Tjan, Basri Kanaha, Mansur Sangdji, dan Rahmatia M. Taib.
Untuk itu, Ketua Badan Kehormatan DPRD Malut, Ridwan Tjan mengakui, kekosongan puluhan kursi ini disebabkan masa jabatan anggota DPRD berakhir pada 23 September 2019, namun ia mengharapkan sebagai wakil rakyat harus menunjukkan Hal yang positif terhadap masyarakat.
”Jangan karena masa jabatan berakhir, kita (anggota DPRD) semakin malas berkantor atau menghadiri paripurna, ini juga menjadi catatan dan evalusi bagi anggota DPRD yang akan datang, periode 2019-2024.
Saya juga merasa malu, kenapa anggota DPRD periode 2014-2019 mereka tidak berkantor apalagi ini masa terakhir yang menjadi kenangan-kenangan,” jelas Ketua DPW PPP Malut ini.
Ia menjelaskan, terkait pembahasan APBD 2020 yang dilakukan oleh anggota DPRD lama akan menjadi tanggungjawab penuh bagi anggota DPRD baru nantinya.
”Supaya pembahasan APBD 2020 akan jadi tangungjawab anggota DPRD yang baru,” katanya.
Sementara itu, wakil ketua DPRD Malut, Zulkifli Hi. Umar menuturkan, sebagai wakil rakyat di injury time masa jabatan, mestinya menunjukan hal positif. Sebab ketidak hadiran bagi anggota yang tidak mengikuti paripuran pembasan KUA dan PPAS 2020 menjadi tolak ukur dan penilaian masyarakat.
“Dari 45 anggota yang hadir hanya 8 orang ini aneh, walapun ini tidak menggangu jalan pembahasan, tapi penilaian publik tentunya sangat dirugikan,” ujarnya.
Diketahui, ada beberapa agenda rapat paripurna yang ditetapkan oleh Badan Musyawarah (Banmus) diantaranya, Rapat Paripurna ke-21 dalam rangka persetujuan terhadap hibah aset tanah  kepada IAIN Ternate, Rapat Paripurna ke-22 dalam rangka penetapan/pengesahan rencana kerja tahunan DPRD Tahun Anggaran 2020, rapat paripurna ke-23 dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2020, Rapat Paripurna ke-24 tentang pembicaraan tingkat II pembahasan 5 (Lima) Ranperda usulan DPRD, dan Rapat Paripurna ke-25 dalam rangka penyampaian Ranperda tentang RPJMD 2019-2024. (ais).
DIBACA 4.038 kali

Check Also

TEC Gelar Silaturahmi Bersama Umat Kristiani, Pengusaha Online, dan Perwakilan Pedagang Pasar Kalianda

(pelitaekspress.com) – LAMSEL – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung H. Tony Eka Candra (TEC) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *