Home / PENDIDIKAN / Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Angkat Bicara Terkait Berita Miring

Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Angkat Bicara Terkait Berita Miring

(pelitaekspress.com) – Bandar Lampung –  Kepala sekolah SMA Negeri 16 dan Ketua Komite sekolah membantah semua berita miring yang menyudutkan sekolah yang beralamat di Jalan Darussalam Susunan Baru Tanjung Karang Barat, Rabu (13/5/2020).

Ketua Komite SMA N 16 Edi Waluyo Spd mengklarifikasi satu persatu berita miring yang di rasa telah mencemarkan nama baik sekolah. Semua pemberitaan yang diberitakan tidak sesuai dengan permasalahan yang sebenarnya.

“Sebenarnya tidak ada masalah, ini adalah sentimen pribadi yang tidak cocok dengan management,”  katanya.

Ia menerangkan, bahwa semua jabatan yang ada di sekolah SMA Negeri 16 baik bendahara BOS, bendahara koperasi, bendahara kantin itu mempunyai posisi jabatan masing-masing  tidak semua dirangkap atau dikuasai oleh kepala sekolah.

“Disini kita datangkan juga bendahara BOS, bendahara BOS ini tidak merangkap jabatan, cuma satu, tapi di berita itu merangkap jabatan bendahara barang, itu tidak benar. Dan untuk bendahara kantin, itu di jabat oleh wakil kepala sekolah, Manager koperasi dibawahi oleh pak iskandar bukan ibu kepala sekolah, semuanya punya porsi masing-masing,” terangnya.

Sementara terkait pemberitaan penjualan LKS, pihak sekolah juga menyanggah berita miring tersebut.

“LKS di bawah naungan pak Kus, selama ini kita tidak pernah memperjualbelikan lks, itu dana BOS yang membawakan. BOS selama ini melakukan laporan secara tertib tidak ada rekayasa data, memang saya meminta seumpama ada dana tak terpakai maka digunakan ke arah pembangunan, kan itu positif tidak dipakai secara pribadi,” katanya.

Menurutnya Komite dan BOS sudah saling bersinergi satu sama lainnya. Masalah pemberitaan murid dikenakan biaya oleh sekolah Rp 6 juta di sekolah ini tidak ada.

” Sebenarnya Rp 6 juta waktu PDB dulu memang harus mengeluarkan dana Rp 6 juta itu pun sukarela, yang Rp 3 juta untuk pembelian seragam, kan gak mungkin seragam dibelikan oleh sekolah. Dan yang 3 juta itu kesepakatan antara komite kalau tidak membayar kita tidak masalah yang penting ada surat keterangan untuk kepentingan administrasi,  sampai sekarang banyak siswa tidak mampu yang tidak membayar, ” imbuhnya.

Dengan adanya siswa baru jika kita tidak memberlakukan seperti  itu, nanti yang lama iri, makanya tujuan bukan karena uangnya, ditolak itu, pertama karena adanya wabah covid.

” Guru banyak yang gak mau, siswa itu dari mana, masa tahu-tahu dapat nilai, dia tidak membawa nilai harian dari sana. Dia pindah hanya membawa surat pindah, belum pernah konfirmasi ke kita,” katanya.

Kita sangat menyangkan pemberitaan yang tidak berimbang tanpa konfirmasi kepihak sekolah karena berita ini sangat mengganggu murid SMA Negeri 16.

” Saya sangat membela sekolah ini, karena membangun sekolah ini tidak gampang, dari terpuruk, managemen sudah mulai bagus, bangunan sudah bertambah kok ada segelintir oknum yang berbuat seperti ini, ” ujarnya.

Sementara setali dengan pernyataan ketua Komite, Kepala sekolah SMA Negeri 16, Rosita juga menyangkal semua pemberitaan miring tersebut.

” Semua sudah ada pengurusnya, dan ada porsinya masing-masing sesuai dengan apa yang sudah kita tetapkan, sementara untuk uang salar kantin bukan Rp 10 ribu, tetapi Rp 5 ribu, dan hasilnya juga kita bagikan berupa sembako yaitu minyak goreng 2 kg dan gula pasir 1kg. BOS untuk memperbaiki ruang belajar, kusen, lantai keramik, mengecat, termasuk memperbaiki kamar mandi TU, dan kamar mandi sekolah, ” terangnya.

Rosita menyayangkan pemberitaan miring tentang dirinya karena mengganggu kenyamanan dan mencemarkan nama baik sekolah,  saya harap kedepanya pemberitaan tentang SMA Negeri 16 beritanya lebih positif dan lebih baik lagi. Kita tidak membuat laporan indikasi pencemaran nama baik,  kita tidak sempat.

“Kemarin kita sempat undang media tersebut untuk mengklarifikasi pemberitaan ini, tetapi tidak datang. Dia selalu mengirim pesan lewat aplikasi WhatsApp, tetapi memang tidak saya balas. Namanya selalu ganti, pesan WA beritanya selalu menyudutkan kepala sekolah. Kita tidak menempuh jalur hukum, saya hanya ingin nama baik saya sebagai kepala sekolah dan nama baik SMA Negeri 16 di pulihkan kembali,” pintanya. (AR)

DIBACA 615 kali

Check Also

Ribuan Peserta Ikuti Kick Off DSC 2021 IIB Darmajaya – BRInkubator dan HIPMI

(pelitaekspress.com) -BANDARLAMPUNG – Membangun bisnis dan usaha dalam situasi pandemi untuk bertahan dan berkembang dilakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *