Home / HUKUM & KRIMINAL / John Arampayai Menangkan Kasasi Tingkat MA

John Arampayai Menangkan Kasasi Tingkat MA

(pelitaekspress.com), SERUI-YAPEN – Kembali pemenang banding perkara atas nama John Arampayai alias Jono bersama tim Kuasa Hukumnya mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN)  Serui Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Kamis (19/11)

Dalam kesempatan tersebut, wartawan peloyaekspress.com  bertemu John alias Jono sapaan akrabnya dihalaman kantor pengadilan Negeri Serui , dimana terdakwa menyampaikan beberapa tanggapan terkait putusan perkara yang didakwa kepadanya.

Dalam keterangan yang disampaikannya berdasarkan hasil Putusan Mahkamah Agung Nomor : 312 K/Pid/2020 telah memutus perkara terdakwa John Arampayai dengan amar putusan menyatakan mengadili (1), Menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi/ Penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Kepulauan Yapen, serta (2), Membebankan biaya perkara pada seluruh tingkat peradilan dan pada tingkat kasasi dibebankan kepada Negara.

Dalam putusan Mahkamah Agung Nomor : 312 K/Pid/2020 yang diputuskan pada senin 15 Juni 2020 oleh para Hakim-Hakim Anggota telah terbukti bahwa Putusan Pengadilan Negeri Serui Nomor : 38/Pid.B/2019/PN Sru, tanggal 3 Oktober 2019 dengan dalil gugatan Ijasah Palsu yang dimiliki oleh Tonny Tesar, S.Sos dan petikan keputusan menteri dalam negeri Nomor 131.91-8149 Tahun 2017 tentang pengangkatan Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua tanggal 4 Oktober 2017 an. Tonny Tesar, S.Sos dan petikan keputusan menteri dalam negeri Nomor 132.91-8150 Tahun 2017 tentang pengangkatan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua tanggal 4 Oktober 2017 an. Frans Sanadi, B.Sc,S.Sos,M.B.A; yang tidak dapat dibuktikan dalam persidangan, namun terdakwa dinyatakan bersalah yang menyatakan bahwa, (1),

Terdakwa John Arampayai alias Jon alias Jhono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “dengan sengaja dimuka umum menggunakan tulisan menghina suatu penguasa yang ada di Indonesia, serta (2), Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa John Arampayai alias Jon alias Jhono dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan, serta menetapkan beberapa barang bukti. Yang kemudian dibanding oleh terdakwa ke Pengadilan Tinggi Jayapura.

Bahwa dalam pembacaan Putusan Pengadilan Tinggi Jayapura Nomor : 94/PID/2019/PT.JAP, tanggal 9 Desember 2019, yang amar putusannya bahwa (1), Menerima permintaan banding dari terdakwa dan penuntut umum tersebut, (2), membatalkan putusan Pengadilan Serui  Nomor : 38/Pid.B/2019/PN Sru, tertanggal 3 Oktober 2019 yang dimintakan banding dan mengadili sendiri telah terbukti bahwa (1), Menyatakan terdakwa John Arampayai alias Jon alias Jhono tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan, dan (2), Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan tersebut, serta (3), Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat dan serta martabatnya, dan (4), Membebankan biaya perkara dalam semua tingkat peradilan kepada Negara.

Menurut John Arampayai alias Jhono bahwa secara jelas dalam putusan Mahkamah Agung Nomor : 312 K/Pid/2020 yang diputuskan pada senin 15 Juni 2020 oleh para Hakim-Hakim Anggota telah terbukti bahwa Putusan Pengadilan Negeri Serui Nomor : 38/Pid.B/2019/PN Sru, tanggal 3 Oktober 2019 yang telah banding oleh terdakwa dan telah diputuskan dalam Putusan Pengadilan Tinggi Jayapura Nomor :

94/PID/2019/PT.JAP, tanggal 9 Desember 2019, telah memberikan Kemenangan kepada terdakwa John Arampayai alias Jon alias Jhono. Terdakwa Jhono, sapaan akrab John Arampayai bahwa dengan diserahkanya salinan dokumen putusan Mahkamah Agung Nomor : 312 K/Pid/2020 yang diputuskan pada senin 15 Juni 2020 oleh Pengadilan Negeri Serui kepada beliau hari ini, menunjukkan bahwa sebagai terdakwa John Arampayai alias Jhono bersama Spontanitas Masyarakat Peduli Demokrasi kabupaten Kepulauan Yapen dan juga seluruh rakyat Yapen telah dimenangkan perkara hukumnya, sehingga diharapkan rakyat Yapen dapat menerima proses ini, guna proses dalam memberikan asas kepastian hukum dan pembelajaran hukum di Kabupaten Kepulauan Yapen kedepan lebih bermartabat baik kepada pejabat Negara maupun masyarakat Yapen pada umumnya, tutup pembicaraan oleh John alias Jhono kepada pelitaekspress.com.(wmfk-zri).

DIBACA 1.088 kali

Check Also

Aniaya Istri, Ibenu Soleh Di Ciduk Polisi

(pelitaekpress.com) -LAMPURA- Di duga melakukan penyiksaan kepada sang istri, Ibenu Soleh (33) warga RT 01/RW …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *