Home / PENDIDIKAN / GEMA TAAT Gelar Kuliah Umum Online, Bertajuk Ketahanan Ekosistem Di Tengah Pandemi Covid-19
Mark Erdmann selaku Vice President, Marine, Asia-Pacific Field Division Conservation International, New Zealand saat memberikan materi Kuliah Umum Online Ketahanan Ekosistem dan Sumber Daya Hayati Laut di Episentrum of Global Marine Biodiversity Terkait Pandemi Covid-19” yang digelar Gema Taat via Zoom

GEMA TAAT Gelar Kuliah Umum Online, Bertajuk Ketahanan Ekosistem Di Tengah Pandemi Covid-19

(pelitaekspress.com)-BANDAR LAMPUNG—Gerakan Bersama Kita Kuat (GEMA TAAT) tak henti-hentinya menggelar seminar dengan berbagai pembahasan yang menarik. Kali ini seminar online bertema “Ketahanan Ekosistem dan Sumber Daya Hayati Laut di Episentrum of Global Marine Biodiversity Terkait Pandemi Covid-19” juga telah sukses digelar dengan menghadirkan pembicara Prof. Ricardo F. Tapilatu, Ph.D., dari Research Center for Pacific Marine Resources & Faculty of Fisheries and Marine Science, Universitas Papua, dan Mark Erdmann, Ph.D, selaku Vice President, Marine, Asia-Pacific Field Division Conservation International, New Zealand. Seminar ini berlangsung melalui media Zoom, Selasa (02/06/2020).

Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) sekaligus Inisiator GEMA TAAT, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S Barusman MBA., membuka kegiatan ini DAN mengapresiasi atas berbagai kegiatan seminar yang telah berhasil di selenggarakan GEMA TAAT dari seminar dengan pembicara lokal, nasional, hingga internasional. Termasuk kali ini yang akan membahas mengenai Ketahanan Ekosistem dan Sumber Daya Hayati Laut di Episentrum of Global Marine Biodiversity Terkait Pandemi Covid-19. “Adanya kegiatan-kegiatan seperti ini sangat penting sekali, apalagi ditegah pandemi Covid-19. Perlu sekali kita berdiskusi tentang berbagai aspek yang terdampak dari Covid-19, salah satunya tema pembahasan kita kali ini yang tentunya dapat kita simak dan telaah, dan melihat permasalahan ini dengan konteks di Provinsi Lampung,” ujar Yusuf.

Sementara itu Prof. Ricardo F.Tapilatu, Ph.D., memaparkan terkait overview atau gambaran umum mengenai Environmental Characteristics at BHS: Monsoon-Rainfall, Oceanography, Global Epicenter of Marine Biodiversity, why so diverse, dan Values & Threats, serta Ideas to Ensure the Sustained Flow of Benefits, during Covid-19. “Terkait Global Epicentre of Marine Biodiversity, Asia Tenggara adalah wilayah yang memiliki mangrove yang paling beragam, dan Seagrass Bed atau tanaman Lamun yang berfungsi sebagai produsen utama, pembentuk habitat, serta peran pentingnya yakni dalam stabilitas sedimen, mencegah erosi daerah pesisir, penyerapan dan menyimpan karbon, serta Marine Lakes yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia, seperti Kalimantan Timur dan Raja Ampat,” papar Ricardo.

Ia menambahkan, Papua juga sendiri dikenal dengan keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa. Seperti beberapa mamalia laut Raja Ampat ini yakni, Brydes whale, Omura whale, Sperm whale, Pygmy sperm whale, Killer whale, False killer whale, Pygmy killer whales, Short-finned Pilot whale, Rissos dolphin, Long-snouted & Dwarf spinner dolphin (2 types), Pantropical Spotted dolphin, Bottlenose dolphin (2 types), Frasers dolphin, Dugong. “Kita harus menghormati keanekaragaman hayati Papua, termasuk di seluruh daerah Indonesia dengan melestarikannya, dan melindungi, serta mencegah dari ancaman seperti adanya sampah plastik terlalu banyak yang mengambang di laut Raja Ampat, bahaya bagi semua satwa liar,” tambah Ricardo.(*)

DIBACA 422 kali

Check Also

Jumat Berkah, Wujud Kepedulian UBL Berbagi Dengan Sesama

(pelitaekspress.csom) -BANDAR LAMPUNG – Pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung berdampak tidak hanya pada masalah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *