Home / POLITIK / DPRD Minta DLHK Tidak Tutupi Hasil Uji Lab Air dan Udara

DPRD Minta DLHK Tidak Tutupi Hasil Uji Lab Air dan Udara

(pelitaekspres.com) KAB TANGERANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang meminta agar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, tidak menutup-nutupi hasil uji lab air dan udara, serta bisa memberikan informasi secepatnya.
Permintaan tersebut, terkait belasan santri SMPIT Nurul Hikmah yang keracunan di Kampung Bugel, Desa Pengadegan, Kecamatan Pasar Kemis, yang terjadi pada Kamis 29 Agustus 2019 lalu dan Minggu 1 September 2019 lalu. “DLHK Kabupaten Tangerang harus terus memprogres dan terus bergerak, menindak lanjuti persoalan keracunan yang menimpa belasan santri SMPIT Nurul Hikmah di Kampung Bugel, beberapa waktu lalu. Saya meminta DLHK harus bertindak tegas terhadap bentuk pelanggaran undang-undang lingkungan hidup,” ujar Ahmad Supriadi anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan.
Lebih lanjut Supriyadi menekankan, jangan ada yang ditutup-tutupi. Jika hasil lab tersebut mengandung unsur kimia yang berbahaya untuk lingkungan dan masyarakat berikan imformasi uang seterang-terangnya. Malah DLHK harus segera menindak lanjuti dengan upaya pemberian sanksi, jika ditemukan pelanggaran pada pabrik yang diduga melakukan pencemaran.
Politisi PDI P ini menambahkan, pabrik yang diduga telah mencemari udara di Kampung Bugel itu harus diperiksa perizinannya. Selain itu, harus dipastikan pula lokasi yang ditempati pabrik yang diduga melakukan pencemaran oleh DLHK tersebut, apakah diperuntukan industri atau pemukiman warga.
“Harus dipastiin dulu dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan periksa perizinan yang dimiliki perusahaan. Kalau sifatnya home industri dan tidak menimbulkan efek negatif, dapat ditolerir, jika tida ya tidak dapat ditolerir,” ucapnya.
Terpisah, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, Kamis (18/09/2019) mengatakan, bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium air dan udara di Kampung Bugel, Desa Pengadegan, Kecamatan Pasar Kemis. Hasil akan terlihat 10 hari kerja setelah peristiwa. “Kami masih menunggu hasil lab, sabar aja nanti kalau ada nanti dikabarin,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada Kamis 29 Agustus dan Minggu 1 September 2019 lalu, sebanyak 14 Santriwati Nurul Hikmah mengalami sesak nafas, mual, dan nyeri ulu hati, lalu sempat dirawat ke Puskesmas Pasar Kemis. Berdasarkan dari gejala yang dialami para santriwati tersebut, diduga mereka mengalami keracunan gas yang disebabkan oleh aktivitas pabrik. DLHK pun sempat menduga keracunan ini dampak dari aktivitas pabrik oli dan pabrik pengolahan limbah di Kampung Bugel, Desa Pengadegan, Kecamatan Pasar Kemis. Namun kepastiannya masih menunggu hasil uji laboratorium air dan udara.(nan).
DIBACA 7.279 kali

Check Also

Isran Dipercaya DPP NasDem Pimpin NasDem Kaltim

(pelitaekspress.com) – KALTIM-Banyak yang tak mengira, jabatan Ketua DPW NasDem Kaltim beralihtangan dari Harbiansyah ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *