Home / HUKUM & KRIMINAL / DIDUGA BAYI MENINGGAL KARNA MALPRAKTEK.

DIDUGA BAYI MENINGGAL KARNA MALPRAKTEK.

(pelitaekspres.com)- LAMBAR-Terkait Pemberitaan dugaan malpraktek yang berakibat meninggal dunianya seorang bayi dari pasangan Asri dan Triyani warga Pekon Sukamarga, Pemangku Kalibata, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat

Ketua LPA Lampung Barat, Muhammad Zen Amirudin Mengatakan, Sabtu 7/03/2020.Kami LPA Lampung Barat Kamis tanggal 5 /03 / 2020 melakukan rapat internal membahas arahan propinsi untuk melakukan investigasi terkait kebenaran dugaan tersebut.

LPA Lampung Barat dalam rapat tersebut membentuk tim reaksi cepat tanggap yang di ketuai oleh Candra Dinata beserta 5 anggota lain nya, setiap anggota mempunyai tugas berbeda – beda.

Pada Jumat kemarin kami LPA lampung barat berkumpul kembali untuk membahas kesiapan TIM bagaimana pun kita tidak bisa buru – buru karna TIM harus mempelajari dulu baik itu S.O.P persalinan dan lain – lain, dengan begitu ketika TIM turun kelapangan mereka sudah siap.

Selasa 10/03/2020. TIM turun ke lokasi, nantinya apa yang menjadi temuan TIM dilapangan dikordinasikan dulu ke propinsi jadi tidak langsung di ambil keputusan,untuk kasus malpraktek yang berlokasi di pekon sukamarga kecamatan suoh di kediaman saudari inisial (V).

lagi pengumpulan impormasi, dan lagi ditelusuri kebenaran kasus tersebut oleh lembaga perlindungan anak lampung barat,kalau memang terbukti meyalahahi karna kelalaiyan,mehilangakan nyawa bayi yang baru dilahir dari kandungan.undang udang diatur dalam pasal 359 KUHP barang siapa karna salah menyebakan mehilangkan nyawa orang,hukuman penjara selama lima tahun.

“Apa bila hasil investigasi tim menunjukkan bahwa terjadinya kematian bayi karena kelalaian tenaga medis (bidan) maka LPA akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkapnya secara detail, dan pelanggarannya dapat dikenakan UU Perlindungan Anak No.35 tahun 2014.(.chan)

DIBACA 111 kali

Check Also

397 Napi Lapas Klsa II B Gunung Sugih Dapat Remisi

(Pelitaekpres.com) LAMTENG — Lapas Klas II B Gunungsugih, Lampung Tengah, mengusulkan 397 narapidana (napi) untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *