Kamis , Januari 21 2021
Home / DAERAH / Di Sidomulyo, Harga Cabe Rawit Selangit, Pedangang Menjerit

Di Sidomulyo, Harga Cabe Rawit Selangit, Pedangang Menjerit

(pelitaekspress.com)-SIDOMULYO-Hingga saat ini harga komoditi cabai terus melonjak naik, Semenjak Natal dan tahun FCbaru (Nataru). Dibilangan pasar tradisional Sidomulyo lonjakan harga cabai Khususnya, cabai Rawit cukup signifikan hingga menyentuh Rp 85 – 90 ribu perkilogramnya.

Sementara itu lonjakan harga pun bukan hanya terjadi di komoditi cabai, namun harga komoditi mentimun ikut merangkak naik Sebelumnya rp. 2.500, perkilogram. Semenjak Nataru sampai saat ini, harga mentimun bertengger pada kisaran Rp 7.000 perkilogramnya. Minggu (10/01/2020).

Kondisi ini sangat dikeluhkan bukan hanya oleh masyarakat umum saja. Namun, di kalangan para pedagang yang bergantung dari komoditi tersebut ikut menjerit.

Win (24) pedagang nasi goreng di wilayah Sidomulyo mengatakan, ditengah kondisi melonjaknya harga komoditi cabai setan dan Rawit di bilangan pasar tradisional Sidomulyo terpaksa harus kita pintar untuk mensiasatinya.

“ Ya, kami pedagang nasi goreng sangat bergantung terhadap pada cabai, untuk meracik bumbu nasi goreng.
cabai untuk membuat bumbu. Melihat kondisi harga cabai rawit dan cabai setan kian meroket, tentunya hal ini sangat memberatkan. Kamipun harus bisa untuk menyiasati dengan cara, kami harus siasati dengan mengurangi pemakaian cabai rawit
mengkombinasikan pemakaian cabai merah yang harganya masih terbilang normal. Agar usaha kami tetap bertahan,” ucapnya kepada media ini.

Masih dikatakannya, semenjak Nataru hingga saat ini, harga komoditi cabai di bilangan pasar tradisional Sidomulyo secara bertahap mengalami kenaikan. Kenaikan harga cukup fantastis terjadi pada komoditi cabai Rawit.

“ Dimana sebelum Nataru harga cabai rawit dikisaran Rp 24, ribu perkilogramnya dan kini mengalami kenaikan menjadi Rp 45 ribu perkilogramnya. Kini harga cabai rawit naik menjadi rp. 85-90 ribu perkilogramnya,” tandas nya.

Menurutnya, kenaikan harga komoditi cabai dan mentimun tersebut dipicu oleh minimnya stock. Akibat, petani cabai dari pulau Jawa sebagai pemasok utama
di tahun ini banyak mengalami gagal panen.

“ Ya, informasinya, stock cabai berkurang di pasar, begitu juga dengan harga mentimun. Penyebabnya, karena pengiriman dari jawa berkurang. Petani di pulau jawa sebagai pemasok banyak yang mengalami gagal panen. Hal ini harus kami siasati. Sebab, tidak mungkin naikan harga dagangan, sementara kondisinya saat ini faktor ekonomi di masyarakat masih belum stabil. Jika kami paksakan naik harga, pastilah para Langganan bisa kabur”. Pungkasnya. (Ade).

DIBACA 11 kali

About pelitaekspres

Check Also

Pemkab Pesawaran Adakan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD

(pelitaekspress.com) – PESAWARAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran mengadakan acara konsultasi publik rancangan awal Rencana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *